Menu Gizi

Menu gizi adalah susunan hidangan yang terkandung dalam bahan makanan. Menu gizi yang dimaksud adalah empat sehat lima sempurna. Namun sejak tahun 2009 setelah disahkan UU kesehatan nomor 36 tahun 2009 slogan tersebut diganti menjadi Menu Gizi Seimbang. Sehingga saat ini menu gizi seimbang dijadikan referensi oleh ahli gizi dan beberapa tenaga medis untuk direkomendasikan kepada pasien yang sakit maupun yang sehat.

Dalam menyusun menu gizi seimbang diperlukan pengetahuan tentang nilai gizi bahan makanan. Hal ini karena nilai gizi dalam setiap golongan makanan tidak sama. Olehnya itu pemahaman tentang golongan tersebut harus diketahui oleh setiap orang agar tidak beresiko terhadap kesehatan tubuhnya.

Chapter 1. Adapun golongan makanan yang terkandung dalam menu gizi seimbang adalah:

  1. Golongan makanan Pokok
    Golongan makan pokok yang banyak dikonsumsi penduduk indonesia berupa padi-padian, umbi-umbian dan sagu. jenis padi-padian sperti beras, jagung dan gandum mempunyai kadar protein lebih tinggi (7-11%) dari pada umbi-umbian dan sagu yang berkadar 1-2%. Apabila mengonsumsi umbi-umbian, sebagai makanan pokok, harus disertai makanan lauk pauk dalam jumlah lebih besar dari pada mengonsumsi padi-padian. Padi-padian merupakan sumber karbohidrat kompleks, tiamin, riboflavin, niasin, protein, zat besi, magnesium, dan serat. Umbia-umbian merupakan sumber karbohidrat kompleks, magnesium, kalium dan serat. Porsi makanan pokok yang dianjurkan sehari untuk orang dewasa sebanyak 300-500 garm beras atau sebanyak 3-5 piring nasi sehari. Sebagian beras dapat diganti dengan jenis makanan pokok lainnya. Menjadi catatan adalah bagi penderita diabetes melitus atau obesitas penggunaan makanan pokok berupa beras harus dilakukan secara hati-hati karena berdampak kesehatan tubuh.

    Beras salah satu menu gizi seimbang untuk tubuh

    Beras salah satu menu gizi seimbang untuk tubuh

  2. Golongan Lauk
    lauk sebaiknya terdiri dari atas campuran lauk hewani dan nabati.lauk hewani seperti daging,ayam,ikan,udang,dan telur mengandung protein yang lebih tinggi dari pada lauk nabati.
    Daging merah, hati, limpa, kuning telur, dan ginjal merupakan sumber zat besi yang mudah diabsorpsi. Ikan seperti  teri, akan lebih apabila dimakan dengan tulangnya karena kaya kalsium. Secara keseluruhan lauk hewani merupakan sumber protein, fosfor, tiamin, niasin, vitamin B6, B12, Zat besi, seng, magnesium, dan selenium.
  3. Golongan Sayur-sayuran
    Sayuran merupakan sumber vitamin A dan C, asam folat, magnesium, kalium, serat, serta tidak mengandung lemak dan kolesterol. Sayuran daun berwarna hijau dan jingga seperti wortel dan tomat mengandung lebih banyak provitamin A berupa betakaroten dari pada sayuran tidak berwarna. Selain itu sayuran hijau kaya kalsium, zat besi,asam folat dan vitamin c. Contoh daun pepaya daun katuk. Semakin hijau warna daun sayur, semakin kaya akan zat-zat gizi. Sementara itu, sayuran tidak berwarna seperti labu siam, mentimun, nangka, dan rebung tidak banyak mengandung zat gizi.
  4. Golongan buah
    Buah-buahan berwarna kuning seperti mangga, pepaya, dan pisang raja kaya provitamin A. Sementara buah berasa asam seperti jeruk, gandaria, jambu biji, dan rambutan kaya vitamin c. Umumnya, buah dimakan dalam bentuk mentah dan merupakan sumber vitamin A, kalium serta serat. Buah tidak mengandung natrium, kolesterol dan lemak. Porsi buah yang dianjurkan sehari untuk orang dewasa sebanyak 200-300 gram atau 2-3 potong sehari berupa pepaya
  5. Susu dan hasil olahannya
    Susu merupakan makanan alami yang hampir sempurna karena sebagian besar zat gizi esensial protein, kalsium, fosfor tiamin, dan vitamin A ada didalamnya. Susu merupakan sumber kalsium paling baik. Disamping kadar kalsium tinggi, laktosa di dalam susu membantu absorbsi susu dalam saluran cerna. namun, susu sedikit sekali mengandung vitamin c dan zat besi.
Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara.