Klasifikasi Hipertensi

Klasifikasi Hipertensi menurut WHO, JNC dan Perhimpunan Hipertensi Indonesia adalah pembagian derajat  tekanan darah berdasarkan sistol dan diastol yang diambil pada waktu pengukuran. Klasifikasi yang diambil berdasarkan pengukuran diatas skala normal (120/80) yang diukur lebih dari 2 kali dan dilakukan dalam posisi duduk, relaksasi setelah 5-10 menit dan lengan sejajar dengan jantung.

WHO adalah organisasi international yang membidani bidang kesehatan yang mana rujukan akan standar dari tekanan darah menjadi barometer oleh semua negara untuk dijadikan pegangan dalam mendiagnosa seseorang akan penyakit hipertensi. Dengan berbagai ahli profesional dan akademisi sudah menjadi bagian terdepan dalam pengambilan keputusan terhadap rujuka-rujukan kesehatan terutama penyakit Hipertensi.

JNC atau Join National Commite yang membidani secara khusus deteksi, evaluasi, pencegahan dan pengobatan pada pasien dengan penyakit hipertensi yang telah menjadi bahagian pengambilan rujukan dan referensi ilmiah oleh seorang tenaga kesehatan terhadap penyakit hipertensi. dengan bantuan dari NHBPEP (National Heart Blood Pressure) pada penyusunan Guideline untuk pasien hipertensi berdasarkan riset dan pengalaman langsung dilapangan baik pada orang yang telah terdeteksi hipertensi maupun pada pasien yang prahipertensi yang dilakukan pada seluruh belahan dunia dan berhasil diputuskan tentang rujukan dari standar penyakit hipertensi. dan tentunya menjadi rujukan oleh setipa tim medis dalam mendiagnosa seseorang terhadap tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Perhimpunan Hipertensi Indonesia adalah perkumpulan dokter indonesia yang ahli dalam bidang jantung atau kardiovaskuler yang telah merangcang nilai standar dari tekanan darah berdasarkan situasi dan kondisi orang-orang yang berada di Indonesia. Dengan keanekaragaman aktivitas dan makanan yang dimiliki oleh orang indonesia maka akan menjadi pengalihan dari hasil yang diharapkan jika tidak dilakukan secara beragam, berangsur-angsur dan menyeluruh. Sehingga dibutuhkan waktu yang lama untuk menentukan nilai standar tersebut dan tentunya ahli, praktisi dan akademisi turut menjadi modal besar dalam keputusan tersebut, sehingga dengan adanya PERHI sudah menjadi kabar gembira akan nilai dari tekanan darah sehingga seseorang bisa dikatakan Hipertensi atau tidak.

Tentunya adanya klasifikasi yang berbeda dari hipertensi ini bukan menjadi perdebatan lagi bagi kalangan medis dalam membuat keputusan diagnosa yang tepat pada pasiennya karena masing-masing nilai rujukan takanan drah berdasarkan fakta, realita dan riset. Yang nilai ilmiah sangat patutu diperhitungkan dalam dunia kesehatan.

Chapter 1. Klasifikasi Hipertensi

Berikut Klasifikasi Hipertensi berdasarkan WHO, JCN dan Perhimpunan Hipertensi Indonesia:

Klasifikasi hipertensi who

Klasifikasi hipertensi who

Klasifikasi hipertensi JNC

Klasifikasi hipertensi JNC

Klasifikasi hipertensi Perhimpunan Hipertensi Indonesia

Klasifikasi hipertensi Perhimpunan Hipertensi Indonesia

Demikianlah Klasifikasi Hipertensi yang bisa dibagikan kepada pembaca semoga dapat bermanfaat untuk dijadikan rujukan yang tepat dalam menentukan tekanan darah pasien yang anda periksa. Terima kasih.

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara

I'm a Nurse Professional.