Gizi dan Nutrisi

Gizi dan Nutrisi jika diperhatikan secara kasat mata memiliki perbedaan kata namun sesungguhnya maknanya sama. Gizi adalah suatu kata yang telah diterjemahkan kedalam bahasa indonesia yang asal katanya dari bahasa arab yaitu Al Gizzai dan dari bahasa inggris yaitu Nutrience. Olehnya itu jika mempelajari konsep gizi maka yang dibahas juga sebenarnya konsep nutrisi.

Gizi dan Nutrisi adalah zat organik yang terkandung dalam makanan yang digunakan tubuh untuk proses pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan. Membahas tentang Gizi dan Nutrisi maka yang dipelajari adalah hubungan antara makanan dan minuman terhadap kesehatan dan penyakitnya. Lingkaran paradigma ini tiada lain hanyalah untuk memenuhi proses kehidupan manusia.

Pemenuhan Gizi dan nutrisi ibu hamil harus hati-hati dan Tepat

Pemenuhan Gizi dan nutrisi ibu hamil harus hati-hati dan Tepat

Dalam proses kehidupan manusia dikenal dengan konsep tumbuh kembang. dan ketika  membahas konsep tumbuh kembang maka setiap tingkatan usia juga memiliki konsep yang berbeda. Mulai dari proses pembentukan janin atau fetus, bayi, anak, remaja dewasa sampai dengan lansia . Bukan cuma itu saja, seiring dengan perkembangan IPTEK pengetahuan tentang tumbuh kembang juga akan berganti-ganti. Olehnya itu pengetahuan tentang gizi dan nutrisi itu harus dipahami secara komprehensip agar tidak mencampur adukkan antara konsep yang satu dengan yang lain.

Gizi atau nutrisi untuk ibu hamil, anak, remaja, dewasa dan lansia pasti tidak sama. dari segi kelompok gizinya boleh saja sama akan tetapi kandungan beserta nilai gizinya harus berbeda. misalnya ibu hamil dan ibu dewasa tanpa hamil, cara pemenuhan nutrisinya harus dibedakan. Ibu hamil pemilihan pola nutrisinya harus secara hati-hati dan tepat karena yang perlu dipertimbangkan adalah janin yang ada dalalam rahim beserta kondisi tubuhnya, begitupun dengan dewasa yang tidak hamil perlu juga mempertimbangkan makanan yang cocok untuk tubuhnya apakah terkait dengan penyakitnya, tumbuh kembangnya ataupun berat badannya. sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam pemenuhan pola nutrisi untuk setiap tingkatan usia perlu dipertimbangkan secara matang-matang.

Chapter 1. Agar pola gizi dan nutrisi dalam tubuh tetap seimbang dan terjaga, yang harus dilakukan adalah:

  1. Sadar diri
    Yang dimaksud sadar diri adalah memastikan diri berada pada kategori hamil, Bayi, anak, remaja, dewasa atau lansia. Dengan mengetahui kategori yang ada pada diri dapat memberikan jaminan akan pemenuhan pola nutrisi yang tepat.
  2. Haus Informasi
    Menuntut ilmu wajib dari buaian sampai liang lahat. Slogan yang dibentangkan ini memberikan makna yang dalam akan pentingnya ilmu pengetahuan bagi setiap orang. Bukan cuma dari segi sosial, tapi dari sisi kesehatan juga berpengaruh dengan ilmu itu. orang akan mendapatkan kesehatan yang optimal dengan bekal ilmu. olehnya itu, supaya nutrisi yang dikonsumsi tidak berdampak negatif pada tubuh sedianya sesering mungkin menyempatkan dirinya untuk selalu mencari informasi baru akan pola nutrisi yang seimbang.
  3. Konsultasi Segera
    Ahli gizi sudah banyak bertebaran disekiling kita, tinggal bagaimana seseorang memanfaatkan dan meberdayakan ilmu yang dimiliki ahli gizi tersebut. Paradigma yang muncul saat ini, lebih baik mengobati dari pada mencegah. Kebanyak orang menghabiskan waktu dan uangnya untuk kenikmatan sesaat tetapi untuk mengetahui kondisi tubuhnya saat ini diabaikan. Artinya seseorang baru sadar dirinya telah menderita penyakit kronis jika telah divonis oleh tenaga medis. sehingga dana dan waktunya dihabiskan hanya untuk berobat. Olehnya itu, paradigma tersebut harus cepat dirubah kalau perlu lakukan latihan imajinasi supaya paradigma tersebut dapat hilang dalam kehidupan kita. Dan lebih mengutamakan konsultasi atau pencegahan dini dibanding dengan pengobatan.
  4. Aksi Nyata
    Setelah mengetahui informasi terbaru akan kondisi tubuh kita, segeralah bergerak jangan menunggu waktu untuk digerakkan kembali. Biasakalahn diri ini menanamkan kesadaran untuk hidup sehat, karena sehat itu adalah nikmat yang tak dapat dihargai walaupun uang yang dimiliki sampai triliunan. Jadi, perbaiki niat kita untuk menjadi orang yang kesehariannya penuh dengan semangat dan produktifitas.

1) Kata Kunci Lainnya:

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara.