Gejala Stress

Sehat jasmani tidak ada artinya tanpa sehat rohani. Demikian pula sehat rohani juga menjadi tidak berguna tanpa adanya sehat jasmani. Keduanya saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Orang yang jiwanya tertekan disebabkan masalah keluarga atau pekerjaan, lama-lama mengalami stress. Stress atau jiwa terganggu mengakibatkan tubuh atau jasmani juga terganggu. Jasmani dan rohani selain berhubungan juga saling mempengaruhi. Seperti kata pepatah “dalam tubuh yang sehat teradapat jiwa yang sehat pula”.

Proses yang terjadi saat stress yaitu berawal ketika otak mengalami masalah. Otak akan bereaksi terhadap kondisi tersebut akibat jengkel, sedih, takut, atau kecewa. Selanjutnya otak akan memberi isyarat kepada kelenjar hormon hipofisis dan adrenal. Kelenjar hormon hipofisis terdapat dalam otak, sedangkan kelenjar hormon adrenal berada pada anak ginjal. Hormon adrenal dikenal sebagai hormon stress. yang mana ketika ada tanggapan berupa stressor maka hormon ini yang membuat kondisi tubuh mengalami perubahan.

Chapter 1. Gejala Stress

Sebagai salah satu pusat pengendali kejiwaan tubuh manusia, hormon adrenal mampu menciptakan berbagai gejala stress dalam bentuk gangguan fisik tubuh. Gejala stress ini terkadang sebagian orang tidak mengatahuinya. Akibatnya riwayat penyakit akut yang dulunya ringan bertambah parah akibat ketidaktahuan tentang gejala stress tersebut.

Secara mendasar perlu dipahami dahulu perbedaan antara gejala dan tanda. hal ini penting agar setiap orang tidak memaknai gejala dan tanda sama-sama keluhan dari sipenderita. Gejala adalah keluhan penderita yang dilontarkan terkait kondisi tubuh yang berubah. Keluhan yang dilontarkan tersebut bisa berasal dari sipenderita maupun keluarga dari sipenderita. Bedanya dengan tanda yaitu penilaian secara langsung yang dirasakan oleh sipemeriksa apakah dengan alat maupun tanpa alat.

Sedih dianggap gejala awal dari stress

Sedih dianggap gejala awal dari stress

Dengan dasar tersebut dapat ditarik benang merah bahwa gejala yang muncul yang dirasakan penderita ketika stress adalah merasa dirinya sedih, kecewa, takut, jengkel, tidak menerima kenyataan, malu, dan putus asa. gejala yang timbul ini akan berbuntuh pada gangguan fisik jika perasaan penderita tidak dikelola dengan seimbang. sehingga awalnya bersifat pendukung berubah status menjadi faktor penyebab utama. Hal inilah yang membuata keadaan tanda stress muncul. ketika terrjadi gejala stress tersebut maka tubuh akan merespon dengan cara tekanan darah naik, denyut nadi semakin cepat, dan pembuluh darah menjadi penguncupan. selain itu pula tanda yang dialami juga dapat berupa diare, susah BAB, maag dan bisa jadi pendarahan pada lambung. yang sangat krusial lagi yaitu munculnya penyakit degeneratif yaitu penyakit kanker.

Dasar penyebaran gejala stress dan tanda stress diatas ini merupakan proses yang abnormal. yang sedianya tidak menjadi busur untuk orang-orang yang mudah mengalami penyakit stress. berkaitan dengan hal itu, kemunculan penyakit stress yang merupakan musuh bersama pada prinsipnya sangat mudah dihindari. karena penyakit stress ini pusatnya pada kekuatan emosional, dimana ada banyak cara dalam meningkatkan kekuatan emosional seperti berdzikir, relaksasi, imajinasi terbimbing, yoga, berfikir positif dan  membiarkan tubuh tetap dalam kondisi fit.

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara.