Ciri-Ciri Orang Yang Sedang Mengalami Stress

Ciri-ciri orang yang sedang mengalami stress  dapat terlihat dari dua arah yaitu dari fisik dan emosionalnya. Semuanya ini sangat berbahaya bagi tubuh karena sifatnya sistemik, artinya jika satu organ yang terkena bisa mempengaruhi semuanya. Jadi, perlu diwaspadahi kemunculan stress ini.

Stress adalah suatu kondisi ketidak mampuan fungsi tubuh merespon berbagai perilaku-perilaku eksternal yang dianggap berbahaya oleh anggota tubuh.  Pada dasarnya setiap orang berpeluang mengalami stress tergantung dari respon mental yang dimiliki oleh orang tersebut. Apakah stressnya bersifat adaptif (positif) ataupun maladaptif (negatif). Stress terkadang sering diidentikkan terhadap orang yang kesehariannya sibuk akan aktifitas ditempat kerjanya. Hal ini disebabkan karena banyaknya pressure (tekanan) yang muncul pada saat orang bekerja.

ciri-ciri orang yang sedang mengalami stress pada saat kerja

ciri-ciri orang yang sedang mengalami stress pada saat kerja

Walaupun stress selalu ada pada kehidupan orang yang sibuk, tidak selalu mudah mengenali kapan stress mengganggu kesehatan fisik atau mental. Terkadang pula masing-masing orang tidak mampu membaca sinyal stress itu sendiri yang tampaknya telah terjangkit pada dirinya. Namun, bukan berarti untuk mendapatkan pemahaman terkait tentang stress itu susah. Berikut ini, beberapa poin informasi yang menarik perlu diketahui oleh setiap orang tentang ciri-ciri stress. Hal ini penting agar sedini mungkin masing-masing individu membuat perubahan dalam hidupnya agar dapat menjauhi penyakit stress ini. selain itu, bila sudah berada dalam rentang tersebut alangkah baiknya jika secepatnya mencari bantuan profesional untuk mengurangi dan menghilangkan penyakit stress tersebut.

Chapter 1. Berikut ini ciri-ciri orang yang sedang mengalami stress:

  1. Sulit tidur
    Kualitas tidur sangat dipengaruhioleh kondisi fisik dan jiwa. namun yang paling berpengaruh adalah faktor jiwa. seseorang yang mengalami stress dan tak mampu mengontrolnya maka pikirannya tersebut akan terbawa sampai waktu istirahat dan ketika tiba waktu istirahat maka orang tersebut tak mampu menutup matanya hingga di pagi hari. jika ini terjadi maka kondisi saat bangun akan berdampak pada fisiknya
  2. Sulit untuk tetap tidur
    sama dengan diatas, namun kondisi ini sudah bisa menutup mata tapi tidak bisa terlelap. sering terjaga dan terbangun karena dalam alam tidurnya terikut pikirannya diwaktu sebelum tidur.
  3. Bangun tidur masih merasa lelah, tidak segar
    Akibat dari kurang terlelap dan susah tidur maka berdampak pada kebugaran tubuh. kondisi tubuh tidak fit dan kurang semangat karena masih memikirkan masalah yang dihadapinya.
  4. Perubahan pola makan
    Stress sangat berpengaruh pada syaraf terutama pada bagian yang mengatur kondisi nafsu makan. Jika seseorang stress maka apapun makanan yang diberikan akan susah masuk bahkan akan dimuntahkan. ini disebabkan karena stress menekan dan membloking sistem pembangkit nafsu makan.
  5. Sangat menginginkan makanan manis/berlemak/asin (makanan pemeberi rasa nyaman)
    Stress boleh saja mempengaruhi pola makan, namun disisi lain seseorang yang stress akan berdampak pada sumber makanan yang akan dikonsumsi. beberapa orang seperti obesitas atau overweight sangat mempengaruhi jenis makanan yang ingin disantapnya, terkadang munculnya stress sangat doyan dengan makanan manis, berlemak maupun asin. hal ini terkait tingkat stress yang dialaminya.
  6. Sakit kepala lebih sering dari biasanya
    Stress sangat mempengaruhi kinerja jantung. dengan berefeknya pada sistem jantung tersebut maka berdampak juga pada pendistribusian oksigen dalam tubuh terutama penyebarannya ke otak. jika ini terjadi maka otak kekurangan oksigen dan mempengaruhi metabolisme dan kerja syaraf hingga akhirnya terjadi nyeri kepala.
  7. Mudah marah atau tersinggung
    kinerja jantung sangat berpotensi terhadap peningkatan dan penurunan tekanan darah hal ini terkait dengan jumlah/volume darah yang terdistribusi kejaringan tubuh terutama otak. stress adalah salah satu penyebab jantung bekerja lebih keras hal ini sangat mempengaruhi kestabilan emosi seseorang yang disebut dengan psikopatik. Orang tersebut mudah marah dan tersinggung.
  8. Pilek berulang atau penyakit minor lainnya
    selain jantung, juga berdampak pada sistem pernafasan atas. dengan kondisi seseorang yang mengalami stress juga berdampak pada perubahan kerja kelenjar terutama kelenjar tonsil yang memjaga imunitas tubuh. sistem endokrin yang berada pada saluran pernafasan atas akan terguncang akibat dari stress sehingga tanda dan gejala yang paling dapat dikenal yaitu munculnya pilek dan flu derta batuk-batuk. 
  9. Nyeri otot dan ketegangan otot
    Karena jantung adalah pondasi utama dari kinerja seluruh sistem tubuh maka otot yang berperan sebagai pendorong dan penggerak tubuh juga tersakiti oleh stress. hal ini berawal dari kurangnya pasokan udara/oksigen keotot untuk dijadikan bahan baku dalam metabolisme atau penghasil energi
  10. Sulit konsentrasi, mengingat atau tetap terorganisir
    karena stress berasal dari masalah kejiwaan maka seluruh pikirannya akan terporsikan dengan masalah tersebut. semua masalahnya yang dianggap tidak penting atau sangat penting juga dilupakan. sehingga konsentrasi dan fokus akan terabaikan karena stress.

1) Kata Kunci Lainnya:

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara.