Askep Hipertensi

Askep Hipertensi adalah asuhan keperawatan yang diberikan pada seseorang yang tekanan darahnya tinggi. Tekanan darah adalah suatau keadaaan berkontraksinya jantung dan relaksasinya jantung. Ketika terjadi kontraksi maka jantung memompa darah keseluruh tubuh maka ini yang disebut dengan sistol dan ketika terjadi relaksasi jantung maka darah kembali kejantung maka ini yag disebut dengan diastolic. Standar normal sistolik yaitu 100-129 dan diastolic yaitu 60-89. Jika nilai sistolik dan diastolic lebih dari itu maka keadaan seperti inilah yang disebut dengan hipertensi.

Chapter 1. Askep Hipertensi

Askep hipertensi merupakan asuhan keperawatan atau tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien hipertensi yang terdiri dari Pengkajian, klasifikasi data, analisa data, diagnosa keperawatan, tujuan keperawatan, rencana keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Seseorang dikatakan hipertensi jika orang tersebut telah dilakukan pengkajian atau pemeriksaan pada dirinya dan didaptkan orang tersebut takanan darahnya tinggi dan merasakan keluhan yakni pusing, tegang pada daerah kepala bagian belakang, jantung berdebar dan sesak nafas. Bentuk pemeriksaan bisa melalui pemeriksaan fisik, anamnesa dan pengukuran tekanan darah. Dan jika metode ini telah digunakan dan orang tersebut benar-benar dikatakan hipertensi maka askep hipertensi atau asuhan keperawatan hipertensi sudah bisa diberikan kepada orang tersebut.

Pengertian  Askep Hipertensi

Standar takanan darah seseorang dikatan hipertensi jika melebihi dari nilai sistol dan diastole. Penentuan nilai rujukan ini tentunya berbeda-berbeda antara satu ahli dengan ahli yang lain, begitupun dengan standar nasional dan international. Namun, penulis lebih memilih merujuk pada standar international yang secara umum digunakan oleh beberapa isntansi kesehatan dan secara umum bisa terkena oleh siapa saja. Nilai normal yang dimaksud adalah berdasarkan dari WHO atau world health organitation yang lebih mengarah berdasarkan riset dari AHA (America heart Asociation) atau perkumpulan jantung amerika yang nota bene pemfokusan bidang dan keahliannya pada jantung yang telah berpengalaman melakukan penelitan terhadap oran-orang yang memiliki kalainan jantung baik pada orang amerika sendiri maupun orang secara international atau yang lebih khusus pada orang Indonesia yang telah bekerja sama dengan organisasi dokter dan perawat di Indonesia.

Klasifikasi Askep Hipertensi

Klasifikasi yang dimaksud adalah optimal (Sistol; <120, diastole;<80), Normal (sistol; <130, Diastol: <85), Hipertensi grade 1 (sistol: 140-159, diastole; 90-99), Hipertensi grade 2 (Sistol:160-179, diastole;100-109), Hipertensi grade 3 (sistol;>180, diastole; >110). Klasifikasi dari WHO ini tentunya tidak menjadi dasar bagi keseluruhan pasien yang mana ketika memeriksakan dirinya ke layanan kesehatan didapatkan hasilnya masuk dalam level hipertensi tapi kondisi yang dihadapinya tidak merasakan tanda-tanda hipertensi. Seperti Daerah kepala tidak merasakn penegangan, Pusing, dan sakit.  Jika menemukan hal tersebut maka sesungguhya kondisi tersebut disebut juga tekanan darah tinggi tapi dia masuk dalam tipe Hipertensi white.

Askep Hipertensi ; Klasifikasi hipertensi who

Askep Hipertensi ; Klasifikasi hipertensi who

Etiologi Askep Hipertensi

Etiologi atau penyebab dari hipertensi dibedakan dari 2 keadaan hipertensi yaitu hipertensi primer atau esensial dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer disebabkan oleh keturunan dan faktor lingkungan. Yang mana bentuk dari hipertensi primer ini hampir dialami oleh sebagian orang yaitu 90-99%. Faktor lingkungan yang dimaksud adalah stress, makan makanan yang mengandung garam tinggi, kegemukan dan merokok. Adapun dari hipertensi sekunder disebabkan oleh penyakit-penyakit yang menyertai yaitu penyakit arteri renalis, penyakit parenkim ginjal yang secara umum adanya kelainan dari ginjal, riwayat konsumi obat, disfungsi organ dan kehamilan.

Pembagian hipertensi berasal dari penyebab timbulnya penyakit hipertensi yaitu hipertensi esensial atau primer dan hipertensi sekunder. hipertensi esensial ini adalah hipertensi yang tidak diketahui asal-usulnya. Namun ada beberapa yang menjadi faktor resiko munculnya hipertensi esensial ini usia, jenis kelamin, gen, stress psikologis, sosial, tekanan pekerjaan, alkohol dan minum kopi secara berlebihan. Adapun hipertensi selanjutnya adalah hpertensi sekunder. Hipertensi yang didapatkan akibat dari adanya penyakit-penyakit tertentu. Seperti  pada penyakit ginjal yaitu glomerulo nefritis, pielo nefritis, Nefritis tubulointerstisial, Nekrosis tubular akut, kista, tumor, radiasi, dan diabetes nefroti. Selanjutnya penyakit renovaskuler yaitu atherosclerosis, hiperplasia, trombosis, aneurisma, emboli cholesterol, vaskulitis, rejeksi akut. Kemudia penyakit pada renal yaitu feokromositoma, aldosteronisme, syndrom chusing. Kemudian aorta koartosis aorta, arteritis aorta, arteritis takayasu. Kemudian penyakit syaraf yaitu stress berat, psikosis, tekanan intrakranial, meningi, stroke, ensefalitis. dan obat-obat yaitu kontrasepsi oral dan kortikosteroid.

Patofisiologi Askep Hipertensi

Perjalanan penyakit dari hipertensi atau disebut dengan patofisiologi hipertensi dimulai dari penyebab penyakit hipertensi yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Secara umum penyakit hipertensi disebabkan oleh tekanan darah yang tidak stabil yaitu curah jantung yang bermasalah dan adanya tahanan perifer. Diawali dari curah jantung (CO) yang meningkat sedangkan tahanan perifer (DTP) dalam keadaan normal, kondisi ini menyebabkan peningkatan aktivitas tonus simpatis yang proses selanjutnya membuat curah jantung atau cardiac output kembali normal sedangkan daya tahan perifer  mengalami peningkatan yang disebabkan oleh refleks autoregulasi. Refleks Autoregulasi adalah mekanisme tubuh dalam mempertahankan keadaan hemodinamik yang normal. Proses ini berlangsung akibat curah jantung yang tinggi maka saat itu pula kontriksi singter prekapiler yang mengakibatkan penurunan curah jantung dan peninggian tahanan perifer. Peningkatan daya tahan perifer pada hipertensi esensial terjadi dalam waktu yang lama dan bertahap sedangkan autoregulasi atau proses hemodinamik terjadi secara singkat. Proses ini memunculkan dugaan bahwa ada faktor lain selain hemodinamik yang sangat berperan pada hipertensi esensial atau primer. Hipotesis awal kemungkinan ada faktor hormonal atau perubahan struktur anatomi yang terjadi pada vena ataupun arteri yang berpengaruh pada proses tersebut. bukan cuman pada vena ataupun pada arteri tapi struktur jantung seperti otot jantung dan ventrikel dan atrium juga berpengaruh. Yang mana membuat dinding jantung menjadi hipertropi dan akhirnya terjadi penebalan dinding ventrikel.

Dalam sistem hormonal ada yang disebut dengan sistem renin, angiotensin dan aldosteron. Sistem ini sangat berpengaruh pada munculnya penyakit hipertensi. Berawal dari produksi renin yang dipengaruhi oleh simulasi saraf simpatis. Renin pula sangat berperan pada munculnya angiotensin 1 menjadi angiotensin 2 yang menyebabkan sekresi aldosteron yang mana aldosteron inilah yang mengakibatkan retensi natrium dan air hingga memunculkan timbulnya penyakit hipertensi.

Gambaran Klinis Askep Hipertensi

Gambaran klinis atau manifestasi klinis yang biasa disebut juga dengan tanda dan gejala dari askep hipertensi yaitu tergantung dari tingginya tekanan darah yang dapatkan. kadang pula hipertensi esensial (primer) muncul tanpa gejala yang menyertainya. baru akan timbul setelah terjadi komplikasi seperti pada organ target yaitu ginjal, mata, otak dan jantung. Gejala yang akan muncul yaitu pusing, tegang, telinga berdengung, sakit kepala, rasa tegang atau rasa bengkak ditengkuk, susah tidur, ensitas. Gajala ini sama-sama muncul pada hipertensi primer maupun hipertensi sekunder. Tapi yang paling utama pada hipertensi sekunder karena hipertensi primer tanpa disertai gejala.

Pemeriksaan Fisik Askep Hipertensi

Untuk mengetahui seseorang terkena hipertensi maka yang perlu dilakukan adalah mengukur tekanan darah dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah yaitu tensi spignomanometer, tensi air raksa dan tensi digital adapun caranya dapat dilihat disini cara mengukur tekanan darah pada pasien askep hipertensi. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan sebanyak 3 kali dengan rentan waktu 5 menit. Setelah itu lakukan pemeriksaan timbangan berat badan untuk mengetahui IMT dari klien. Tujuannya untuk mengetahui prognosis dari takanan darah dan obesitas klien.

Pemeriksaan Laboratorium Askep Hipertensi

Pemeriksaan laboratorium ditujukan untuk mencari tahu ada tidaknya kerusakan pada organ yang berperan dalam tekanan darah yaitu jantung dan otak serta ginjal. Pemeriksaan lab yang dilakukan yaitu pemeriksaan urine analisa, darah perifer lengkap, kimia darah, (kalsium, natrium, kreatinin, gula darah puasa, kolesterol total dan kolesterol HDL serta elektrokardiografi).

Pengobatan Askep Hipertensi

Hipertensi dipengaruhi oleh hormon, pembuluh darah, dan sistem syarah. Jadi untuk menurunkan tekanan darah maka pengobatannya adalah: Diuretik seperti furosemid, golongan penghambat simpatik seperti metildopa, betablocker seperti asebutatol, dan vasodilator minoksidil, penghambat enzim konversi angiotensin seperti captopril, antagonis kalisum seperti diltiazem.

Diagnosa Keperawatan Askep Hipertensi

Adapun diagnosa yang muncul pada pasien hipertensi sesuai dengan etiologi, menfestasi klinis dan patofisiologinya adalah resiko tinggi penurunan curah jantung, intoleransi aktifitas, nyeri akut dan kronik, perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh, koping individual tidak efektif, dan kurang pengetahuan mengenai kondisi rencana pengobatan.

Silahkan Download Lengkap Askep Hipertensi secara GRATIS  — Askep Hipertensi

Berikut Screenshoot Askep Hipertensi

Askep hipertensi Capture 1

Askep hipertensi Capture 1

Askep hipertensi Capture 2

Askep hipertensi Capture 2

Askep hipertensi Capture 3

Askep hipertensi Capture 3

Askep hipertensi Capture 4

Askep hipertensi Capture 4

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara

I'm a Nurse Professional.