Askep Diare

Askep Diare adalah asuhan keperawatan untuk pasien yang buang air besar nya melebihi dari tiga kali sehari. Askep diare ini sangat penting sekali diberikan untuk pasien yang mencret karena selain mendapatkan pelayanan medis dari dokter juga pemantauan yang secara terus menerus selama 24 jam terhadap kondisi tubuhnya. Orang yang mengalami diare sangat urgen sekali diberikan penanganan segera karena jika tidak klien bisa-bisa mengalami kekurangan cairan dan akibatnya menjadi pingsan dan akhirnya meninggal. Telah banyak pengalaman baik itu diperkotaan maupun dipedesaan orang yang mengalami diare lantas tidak diberikan penanganan secepatnya maka orang tersebut berujung pada kematian. Olehnya itu jika menemukan orang disekitar anda dengan kondisi berak-berak lebih dari tiga kali maka perlu diwaspadai jangan sampai orang tersebut mengalami diare yang artinya perlu pertolongan segera.

Chapter 1. Askep Diare

Pengertian

Diare adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami defekasi atau buang air besar dalam keadaan tidak normal yaitu lebih dari tiga kali dalam sehari dengan konsistensi feaces atau kotoran yaitu encer berwarna hijai dan dapat pula berwarna coklat atau merah yang bercampur dengan lendir.

Penyebab atau etiologi 

Ada beberapa penyebab munculnya diare yaitu adanya kelainan saluran pencernaan yang biasa disebut dengan factor interistik, kemudian bakteri diantaranya vibrio coma, E. Coli, salmonella, yersenia, camphylobacter, aeromonas, kemudian ada juga dari virus yaitu enterovirus, adenovirus, rotavirus dan astrovirus, kemudian ada juga dari parasit yaitu cacing, protozoa, jamur dan ada juga dari infeksi tubuh lain yang berada diluar pencernaan seperti tonsilofaringitis, paroncopneumonia, ensefalitis dan Oma.

Patofisiologi 

Perjalanan penyakit sampai munculnya gejala klinis atau biasa disebut dengan patofisiologi dari penyakit diare yaitu berasal dari gangguan osmotic, gangguan sekresi dan gangguan motilitas usus. Gangguan osmotik yaitu gangguan pertukaran cairan dalam sel dimana terjadi peningkatan cairan dalam sel hingga keluar ke ekstra sel yang akhirnya menyebabkan terjadi peningkatan carian dan elektrolit dalam usus hingga merangsang usus untuk dikeluarkan menjadi feaces. Gangguan sekresi adalah adanya racun atau toksin dalam sal pencernaan membuat tubuh menangkap reaksi tersebut sebagai benda asing sehingga untuk mengeluarkannya keluar tubuh maka tubuh mensekresi cairan dan elektrolit untuk membawa benda asing tersebut keluar dari saluran pencernaan. Gangguan motilitas usus yaitu gangguan peristaltic atau bising usus dimana terjadi peningkatan bising usus hal ini disebabkan karena jumlah cairan dalam tubuh harus dikeluarkan untuk menstabilkan kondisi tubuh dalam keadaan tetap normal. Ketiga gangguan menjadi respon utama ketika penyebab diare bersarang pada saluran pencernaan seseorang. Ketika muncul gangguan ini maka muncullah gejala-gejalanya diantaranya adalah berak-berak, kotoran encer, bercampur lendir, bau  dan sampai kurang nafsu makan.

 Gejala Klinis

Adanya penyebab dari diare hingga melakukan ekpansi pada tubuh dan akhirnya menjadikan tubuh terlihat diare tentu memiliki cirri khas yang berbeda dengan penyakit lainnya. Walaupun itu penyakit lain juga turut ikut menjadi penyumbang dari  dari penyakit ini tapi perlu juga diketahui bahwa diare juga dapat menjadi bukti dan alat untuk dijadikan analisa dengan penyakit lainnya karena diare merupakan bagian dari gejala dari penyait lainnya. Adapun gejala atau tanda khas pada orang yang mengalami diare yaitu berak-berak lebih tiga kali dengan jumlah volumenya yaitu 200 gram lebih. Konsistensi feaces yaitu encer dan berlendir, kadang disertai dengan darah atau lendir hijau, anoreksia atau susah makan, pucat, isritasi untuk bayi dan balita pada daerah anusnya, vomiting atau muntah, kadang disertai kejang jika demam, perilaku apatis, Buang air kecil sedikit (Oligouri), untuk bayi dan balita cengeng, gelisah, dan Tonus dan turgor kulit berkurang.

Pemeriksaan Penunjang atau laboratorium 

Untuk membuktikan bahwa seseorang mengalami diare maka dibutuhkan suatu metode yang disebut dengan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium ini selain sebagai alat bukti juga sebagai pemastian apakah penyakit yang dikeluhkan betul-betul sesuai dugaan atau tidak dan juga untuk pengambilan langkah pengobatan dan perawatan selanjutnya. Adapun pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk diare cukup melihat kebiasan Buang air besarnya atau BAK dan konsistensi feacesnya. Biasanya pemeriksaan penunjang lebih mengarah pada penyebab timbulnya diare apakah bakteri, parasit, virus adan penyakit lainnya sehingga tindak lanjut pengobatan dan perawatan dapat lebih tepat. Adapun pemeriksaan penunjangnya adalah pemeriksaan tinja atau feaces baik itu secara makropis ataupun mikropis, begitupun PH dan kadar gula juga diperiksa untuk pemeriksaan tinja. Kemudian pemeriksaan darah baik perifer lengkap, analisis gas darah dan elektrolit mulai dari natrium, kalium, kalsium, dan phosphor serum.  Selanjutnya pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin darah untuk mengetahui fungsi dari ginjal apakah masih dalam tahap normal atau sudah ada kelainan. Dan yang terakhir adalah pemeriksaan duodenal intubation untuk mengetahui kuman penyebab secara kuantitatif yang digunakan untuk mengidentifikasi diare kronik.

Komplikasi

Komplikasi adalah efek yang ditimbulkan akibat adanya penyakit atau kejadian tertentu. Diare mememiliki beberapa efek atau kerugian yang akan dialami jika tidak segera mendapat pertolongan karena diare penyakit yang nampaknya ringan dimata tetapi sangat merugikan yang mana bisa berujung kematian. Adapun kompilkasi yang utama yaitu kehilangan cairan dan eletrolit. Kemudian selanjutnya adalah dehidrasi baik ringan, berat, hipotonik, istonik dan hipertonik. Selanjutnya renjatan hipovolemik. Kemudian hipoglikemia atau kekurangan kadar glukosa dalam tubuh akibat keluar bersama dengan cairan, selanjutnya jika terjadi kenaikan suhu tubuh menjadi kejang dan jika berlarut-larut diare tidak ditangani maka bisa menyebabkan mal nutrisi atau kekurangan nutrisi tubuh yang bisa mengarah pada marasmus dan kwashiorkor bagi anak-anak. Dan yang paling ditakuti adalah pingsan atau syock yang akhirnya tidak dapat tertolong atau meninggal.

 Penatalaksanaan

Adapun pertolongan utama yang perlu diberikan yaitu menggantikan cairan dan elektrolit yang keluar karena diare. Adapun prinsip pertolongannya adalah sebagai berikut:

Dasar Pengobatan Diare

Dasar Pengobatan Diare

Pengobatan Dietetik

Pengobatan Dietetik

Pencegahan

Pada dasarnya adalah diare itu bisa berkembang akibat karena ulang kita sendiri dimana host atau penyebab utamanya adalah berasal dari lingkungan dan kesadaran kesehatan kita. Menurut Hendrick L. Blum mengatakan ada 4 yang mempengaruhi fakto kesehatan seseorang yaitu perilaku, gen, lingkungan dan pelayanan kesehatan, nah yang menjadi utama adalah yaitu perilaku atau kesadaran. Artinya rasa inisiatif menjaga kesehatan dari lingkungan dan personal hygiene kita. Dengan penerapan PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat maka pmeicu dari penyakit diare akan dapat terhindar dari lingkungan kita. Olehnya itu cara untuk mencegah diare dengan menerpakan 10 perilaku PHBS.

Chapter 2.  Askep Diare

Asuhan keperawatan adalah suatu alat yang digunakan oleh tenaga kesehatan terutama kalangan perawat untuk memantau perkembangan penyakit dan memastikan kondisi klien dapat kembali pulih. Askep ini bersifat multisistem dan terencana dimana dimulai dari pengkajian, diagnosa, implementasi dan evaluasi. Sejak awal ketika klien datang kepalayanan kesahatan maka pasien langsung mendapat perlakuan untuk meminimalisir renjatan atau kerugian dari penyakitnya. Biasanya klien merasa tidak diberikan tindakan padahal perlu diketahui bahwa anamnesa atau pertanyaan yang diajukan oleh perawat merupakan bagian dari pengumpulan informasi dalam rangka untuk tindak lanjut dari pengobatan dan asuhan keperawatan yang akan dilakukan. Olehnya itu, jika klien menerima suatu suguhan pertanyaan terkait kondisi klien maka sebaiknya dijwab secara jujur dan pastikan semua jawaban yang diberikan betul-betul terjadi baik yang sifatnya akut maupun kronik.

Adapun diagnosa yang akan muncul pada klien diare yaitu:

1. Gangguan keseimbangan cairan elektrolit

2. Nutrisi kurang dari kebutuhan

3. Peningkatan suhu tubuh

4. Resiko terjadi infeksi sekunder

5. Resiko terjadi kerusakan integritas kulit

6. Gangguan pola tidur berhubungan

7. Kecemasan (orang tua)

Silahkan Download Lengkap Askep Diare secara GRATIS  — Askep Diare —

Dibawah ini beberapa screenshoot yang dapat dijadikan patokan untuk penatalaksanaan askep hipertensi.

Askep Diare1

Askep Diare cupture 1

Askep Diare cupture 2

Askep Diare cupture 2

Askep Diare cupture 3

Askep Diare cupture 3

Askep Diare cupture 4

Askep Diare cupture 4

 

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara.