0

10 Bentuk Komunikasi Terapeutik Ketika Bertemu Dengan Klien

Peran perawat adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh seorang perawat dalam rangka memberikan layanan yang bermutu sesuai dengan kondisi dan realita yang ada. asuhan keperawatan merupakan suatu produk baku yang disediakan oleh perawat untuk memaksimalkan peran perawat dimata klien. Ada beberapa peran perawat yang perlu ditunjukkan oleh seorang perawat yaitu berperan sebagai care provider (pemberi layanan), pendidik, pengelola, peneliti, advokasi, fasilitator dan role model. kesemuanya ini dituntut oleh profesi perawat agar disemua elemen masyarakat dapat diwujudkan peran perawatnya demi menjaga keprofesionalisaannya.

Pada kesempatan kali ini penulis akan share ilmu terkait dengan peran perawat dalam memberikan pelayanan atau sebagai pelaksana asuhan keperawatan ketika melakukan interaksi verbal terhadap pasiennya. biasanya perawat merasa kurang percaya diri ketika bertemu dengan pasiennya. penyebab diantaranya adalah karena belum mengetahui metode komunikasi terapeutik yang tepat. nah, tulisan di bawah ini merupakan unsur yang terpenting ketika melakukan kontak lisan dengan klien agar tujuan yang ingin dipenuhi dapat tercapai.

  1. Dengarkan apa yang dikatakan dan juga yang tidak dikatakan klien- karena hal-hal yang tidak dikatakan mungkin sama pentingnya dengan yang diungkapkan.
  2. Jangan menggunakan respon atau bahasa yang mungkin dapat merendahkan atau mengucilkan perasaan pasien
  3. Berusahalah untuk selalu tepat waktu dengan perjanjian waktu yang telah disepakati, dan bersikaplah sopan; perkenalkan diri anda setiap awal pertemuan dengan pasien, dan tentunya sebelum setiap tindakan yang akan dilakukan.
  4. Hormat privasi pasien, kenyamanan dan kerahasiaan pasien.

    10 Bentuk Komunikasi Terapeutik Ketika Bertemu Dengan Klien

    10 Bentuk Komunikasi Terapeutik Ketika Bertemu Dengan Klien

  5. Jangan memaksa pasien berbicara jika ia belum siap.
  6. Bersikap rendah hati dan jujur mengenai apa yang anda tahu. Carilah informasi lain yang mungkin mengunutngkan bagi pasien
  7. hormatilah setiap pasien sebagai manusia yang unik,terima respons, nilai-nilai, dan keptusan mereka.
  8. pertahankan harapan dalam kesulitan, perjuangkan kemandirian dalam disabilitas, dan gunakan kretaivitas unutk merencanakan asuhan keperawatan.
  9. Gunakan humor untuk mengubah rasa malu menjadi keceriaan, meringankan situasi, dan dalam berbagi ilmu.
  10. gunakan setiap bentuk komunikasi yang memungkinkan agar kebutuhan, pertanyaan, dan kecemasan pasien dapat dimengerti.

Ternyata setelah membaca tulisan di atas memberikan kesimpulan bahwa menjadi seorang perawat Tidaklah gampang, disamping pandai menguasai retorika berbicara juga dituntut untuk kreatif menguasai kondisi yang ada. olehnya itu, sebagai orang yang mengabdikan dirinya untuk kemaslahatan ummat sedini mungkin berbenah dengan penguasaan ilmu yang luas jangan sampai akan menjadi bomerang untuk dirinya dan orang lain. dengan begitu peran perawat sebagai care giver atau provider dapat terwujud dengan maksimal sehingga bentuk profesional ketika berinteraksi dengan klien dapat dibuktikan dan menambah rating yang baik terhadap masyarakt.

moga tulisan ini membantu para sahabat ners sekalian untuk selalu termotivasi berperan dalam meningkatkan sikap profesionalisme dimasyarakat.

Mari Berbagi Untuk Berkarya,..

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara

Abd. Rahman Rara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *